luhanay blog Follow Dash Owner

Sabtu, 18 Mei 2013

Cerpen Binatang

 Kebaikkan Semut Merah

Diceritakan dalam sebuah hutan yang lebat nan asri, tumbuh subur berbagai macam tanaman yang menjadi sumber makanan dari binatang-binatang penghuni disana.
Suatu hari setelah hutan itu diguyur hujan yang amat lebat tadi malam, banyak genangan-genangan air yang nampak menjadi pemandangan di tanah. Di salah satu genangan air yang cukup dalam itu ternyata ada seekor semut merah yang sedang memperjuangkan hidupnya, semut itu sudah lama tenggelam di sana dan sekarang dia lemas untuk terus berteriak meminta tolong. Tidak ada seekor pun binatang yang menolongnya, dan akhirnya dia terima apapun ang akan terjadi pada dirinya termasuk mati.
Dari atas udara, seekor burung pipit yang terbang melihat-lihat pemandangan sekitarnya mendengar suara rintihan minta tolong yang sangat kecil dari daratan. Dia lalu merendahkan terbangnya dan melihat sekeliling sambil mencari dari mana asal bunyi suara itu, ternyata dia melihat seekor semut merah yang mengambang di kubangan air. Burung pipit itu langsung mengambil sehelai daun kering di atas tanah dan mendekatkannya pada semut merah trsebut sambil berkata, “Naiklah ke daun ini semut, aku akan menolongmu!”. Tanpa fikir panjang semut merah itu lalu sekuat tenaga naik ke daun itu, dan burung pipit pun membanya ke dahan pohon besar. “Nah sekaran kau suah aman ...” burung pipit meletakkan daun itu, “Terimakasih banyak wahai burung, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada engkau” ucapnya mendekati burung pipit. “Sama-sama, sudah seharusnya kita saling tolong menolong”. “Tapi aku tidak tahu dengan apa aku bisa membalasmu, aku hanya seekor semut kecil” “Tidak usah begitu semut, aku ikhlas menolongmu, Melihat kau selamat saja sudah membuatku bahagia” “Sungguh mulia hatimu wahai burung, semoga Tuhan menolong semua kebaikanmu” “Terimakasih wahai semut, kalau begitu aku akan melanjutkan penerbanganku. Sampai jumpa lain waktu, dan berhati-hati lah kamu agar tidak terkena bahaya lagi!” burung pipit itu mengepakkan sayapnya lalu terbang meninggalkan semut merah. “Sampai jumpa, terimakasih ... “ teriak semut merah melambaikan kakinya.
Beberapa waktu kemudian, saat semut merah sedang mencari makanan. Dia melihat seorang manusia yang berjalan sambil melihat-lihat ke udara dengan membawa senapan, “Tidak adakah seekor burung pun yang bisa aku tangkap!” gerutu manusia itu dengan terus melangkah mengitari pohon yang didiami semut merah itu. “Astaga, pasti dia pemburu yang akan membunuh burung-burung disini” pikir si semut. “Nah itu ada burung kecil” gumam si manusia itu dan langsung mengarahkan senapan nya kearah sebatang pohon yang sedang bertengger seekor burung disana. Tapi astaga, ternyata burung yang bertengger dan menjadi buruan manusia itu adalah burung pipit yang telah menolong semut merah itu. Alangkah kagetnya semut merah mengetahuinya, dan dengan keras ia memikirkan cara untuk menolong burung pipit yang menolongnya itu. Tapi apa yang bisa dilakukan oleh seorang semut kecil untuk melawan seorang manusia yang ribuan kali lebih besar daripadanya, fikir si semut.
Karena si pemburu itu sudah bersiap-siap akan menembak burng pipit itu, maka tanpa fikir panjang lagi semut merahmenjatuhkan dirinya pada pemburu yang berada di bawah pohonnya. Dengan sekuat tenaga semut berlari dan menggigit mata si pemburu dan, jegerrr ... tembakan dari senapan si pemburu meleset keluar mengarah ke udara. Membuat kaget hewan-hewan yang mendengarnya di sekitar wilayah itu, termasuk si burung pipit. “Apa yang menusuk mataku itu, saki sekali. Membuat buruanku kabur saja!” keluhnya sembari pergi meninggalkan tempat itu. Dan berkat semut merah, burung pipit itupun selamat. Kembali terbang menjauh dari tempat itu.
Semut pun juga selamat karena melompat jatuh ke tanah dari mata si pemburu, lalu merayap kembali ke pohonnya. Dia berfikir dan bergumam, “Syukurlah burung pipit itu selamat. Tapi dia pergi dan tidak tahu kalau aku yang telah menolongnya selamat dari peburu itu tadi, dan bagaimana caranya dia tahu kalau aku telah menolongnya kalau dia pergi!”. Ditengah lamunan si semut merah, datang seekor laron menghapirinya. “Wahai semut merah, aku sudah melihat semua yang kau lakukan tadi. Kau telah menolong burung pipit itu, kau menyelamatkannya dari pemburu”  “Benarkah?” tanyanya kaget, “Tentu benar” “Tapi sayangnya burung itu tidak tahu aku telah menolongnya tadi!”, laron itu tersenyum. “Wahai semut, kebaikkan tidak selamnya harus diketahui oleh orang lain, karena tujuan kita menolong adalah hanya untuk menolong kan? Bukan untuk mendapat pujian atau sanjungan dari orang lain, dan juga bukan berarti burung pipit itu harus tahu kau kebaikanmu padanya walaupun dia sudah menolongmu juga. Tolong lah orang lain dengan ikhlas, dan jangan kamu mengharapkan imbalan atau pujian atas pertolongan atau kebaikkan yang telah kau kerjakan. Karena sudah kewajiban kita sebagai makhluk Tuhan untuk saling tolong-menolong dengan ikhlas karena-Nya”, semut merah itubefikir sejenak. “Oh iya, sekarang aku mengerti maksudmu. Bahwa kebaikkan tidak harus kita pamerkan pada orang lain, karena itu bukan tujuan dari melakukan kebaikkan itu sendiri”.


Kesimpulan :
Dari cerita tersebut kita bisa mengambil kesimpulan & makna bahwa Tujuan kita melakukan kebaikkan atau menolong orang lain adalah untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai makhluk Tuhan yang harus saling tolong menolong, bukan untuk memamerkan diri (mendapat pujian, sanjungan, perhatian, hadiah, imbalan, penghargaan, atu lainnya dari orang lain). Karena suatu kebaikkan itu tidak harus di ketahui oleh orang lain.
Maka dari itu, mari kita menolong orang dan melakukan kebaikan dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan dalam bentuk apapun. Dan sesungguhnya kebaikkan (amal ibadah) itu untuk bekal kita di akhirat nanti.

Assalamualaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iklaan

SUPER JUNIOR