luhanay blog Follow Dash Owner

Monday, 30 September 2013

LoVe You - FF Krystal "f(x)" - Mir "MBLAQ" Part 4

LOVE YOU

Part 4
***
“Bagaimana?” Mir menatap Krystal yang berdiri dihadapannya. “Aku tidak bisa!” “Apa? Tapi .. tapi kenapa? Apa ada yang kurang padaku?” “Bukan itu, aku tidak bisa!” “Iya tapi kenapa?” “Aku bilang aku tidak bisa! Bukan karena apa-apa, hanya saja aku tidak mau!” “Krystal, kau ini kenapa?” “Apa yang kenapa? Kau yang kenapa?” “Dengarkan aku dulu, aku ini menyukaimu aku mencintaimu, lalu kenapa kau menolakku?” “Aku tidak mau!” “Aku akan selalu bersikap baik padamu, selalu menyayangimu dan …” “Mir, sudahlah. Aku tidak mau menjadi pacarmu!” Krystal berjalan meninggalkan Mir.
Mir berlari dan memeluk Krystal dari belakang, membuat Krystal menghentikan langkahnya dan diam. “Aku bilang aku sangat menyukaimu, begitu sangatnya sampai-sampai aku mencintaimu. Selalu memikirkanmu dan selalu ingin bersamamu, kau tidak percaya kalau aku mencintaimu?”, perkataan Mir itu membuat Krystal tidak bisa berkata apa-apa, dan dia juga tidak bisa menahan air matanya.
“Mir dengarkan aku, aku bukannya tidak percaya padamu, tapi aku hanya …” Mir membalikan badan Krystal menjadi berhadapan dengannya lagi. “Hanya apa?” “Aku hanya …” “Krystal?” tiba-tiba Sulli datang, melihat mereka berdua. Krystal kaget dan langsung mundur dari hadapan Mir. “Kakak?” “Kalian sedang apa?” “Kak, dengarkan aku dulu. Ini tidak seperti apa yang Kakak …” “Kau dan Mir sekarang …” “Kak, dengarkan Krystal dulu! Kami hanya ..” “Kami pacaran Kak!” “Mir!” Krystal membentak Mir.
“Maaf ya Kak, dan wanita yang aku katakana kemarin adalah dia!” “Krystal?” “Iya Kak, maaf!” “Jadi selama ini kalian … “ “Kak, aku dan Mir tidak pacaran kok! Kami hanya ..” “Krystal, tidak apa-apa jika kalian pacaran juga. Memangnya kenapa?” “Tapi bukankah Kakak dan Mir … “ “Kemarin Kakak kan bicara sama kamu, makannya dengar dulu Kakak. Jangan langsung pergi aja!” “Maksudnya?” Sulli menggandeng Krystal dan berjalan beberapa langkah sedikit menjauhi Mir.
“Kemarin Kakak nyatain perasaan Kakak, tapi Mir nolak Kakak. Katanya dia sudah punya wanita dihatinya, dia bilang dia sangat mencintainya!” “Jadi Kakak …” “Kakak gak nyangka, jadi wanitanya itu adalah kamu!” “Kak ..” “Kakak gak apa-apa kok, beneran. Lagipula masa Kakak pacaran sama adik kelas, setelah dipikir malu juga ternyata. Walaupun adik kelasnya sekeren Mir juga tetep aja!” “Beneran?” “Iya ih kamu banyak omong aja, dari tadi Kak.. Kak.. aja!” “Jadi bagaimana? Aku diterima?” Mir menyusup keantara mereka.
“Krystal?” Mir menatap Krystal, tapi Krystal hanya diam saja. Malah menghapus air matanya yang tadi. “Ah udah kelamaan, iya dia terima kamu. Diam kan berarti IYA!” “Krystal?” Mir bertanya lagi padanya, “Iya deh, kamu nyusahin aja. Bawel!” Krystal langsung memeluk Mir, membuat Mir tertawa. Sulli juga ikut senyum.

-TamaT-

LoVe You - FF Krystal "f(x)" - Mir "MBLAQ" Part 3

LOVE YOU

Part 3
***
“Katanya mau jalan-jalan, kenapa malah makan direstoran seperti ini?” “Ah kau ini tidak mengerti apa, maksudku kita jalan berdua bukan beneran berjalan-jalan!” “Lagipula apa enaknya tempat ini?” “Yang enak bukan tempatnya, tapi makanan nya!” “Ih bukan itu maksudku! Untuk apa datang ketempat seperti ini, kita hanya makan dan melihat orang lain berdansa. Membosankan!” Krystal meneguk minumannya.
“Apa kau mau berdansa juga seperti mereka?” “Tidak, bukan itu maksudku!” “Tidak apa-apa seperti itu juga, ayo kita berdansa?” “Untuk apa?” “Ayolah, kau bilang mau?” “Siapa yang bilang mau?” “Ayolah Krystal, kalau tidak aku tidak akan memaafkanmu!” “Astaga kau ini, akh baikhlah!”, akhirnya mereka berdua berdansa.
Beberapa menit sudah berlalu, ternyata mereka masih berdansa. Berdansa sangat romantis, seperti sepasang kekasih. “Malam ini kau cantik sekali!” “Apa maksudmu?” “Apa kau tidak mau aku bilang cantik?” “Entahlah!” “Aku berkata jujur, sungguh. Malam ini kau sangat cantik. Boleh aku ..” “Apa?” “Aku ingin ..” “Apa? Katakana!”, tiba-tiba disela dansa mereka yang bagus itu Mir mencium Krystal lembut.
Krystal melepaskan tangan Mir, “Apa yang kau lakukan?!” “Musiknya belum selesai, kita masih harus berdansa!” Mir menarik Krystal lagi dan mereka berdansa lagi. “Kenapa kau tadi menciumku?” “Karena aku menyukaimu!” “Apa?” “Sejak awal bertemu denganmu, aku sudah langsung menyukaimu. Perasaanku selalu berdebar bila melihatmu, sepertinya aku jatuh hati padamu. Apa kau menyukaiku?”, Krystal hanya diam. Dia tidak menjawab dan hanya menatap Mir, “Hei, apa kau juga menyukaiku?” “Aku tidak tahu?” “Kenapa tidak tahu?” “Aku tidak tahu!” “Yasudah, kau tidak perlu menjawab sekarang. Aku masih beruntung kau bilang tidak tahu, ari pada kau bilang tidak sekaligus kan!” Mir tersenyum menatap Krystal.
***
“Ah kau menghalangi jalanku, awas!” Krystal mendorong Mir yang terus berdiri dihadapannya dan menghalangi jalannya. “Aku sudah menunggu hamper dua bulan untuk jawabanmu, kapan kau akan menjawabnya?” “Aku tidak tahu, awas jangan halangi jalanku!” “Hei cepatlah, apa kau mau aku cium lagi? Disini, biar orang lain melihat kita!” “Hei ssst! Diamlah, nanti oaring lain dengar!” “Biar saja!” “Akh kau ini selalu menyusahkanku. Baiklah, akan kupikirkan dulu. Beri aku waktu!” “Krystal saying, aku sudah memberimu banayak waktu! Kalau begitu besok aku tunggu jawabanmu, ingat. Dan pikirkan jawaban iya, karena jika nanti aku bisa saja diambil orang dan kau akan menyesal!” Mir tertawa lalu pergi.
“Krystal, ada apa?” Luna mengdekati Krystal, “Apa yang harus aku lakukan?” “Tentang Mir?” “Iya!” “Menurutku terima saja dia, dia pria yang baik. Padahal yang menyukainya aku, tapi kenapa kau yang ditembaknya?” “Sebenarnya aku juga … “ “Menyukainya kan?” “Apa?” “Ah sudahlah, tidak usah pura-pura. Aku tahu kok! Tidak apa-apa, terima saja. Mir kan banyak yang suka, jadi kalau kau tidak terima dia sekarang nanti keburu diambil orang!” “Aduh entahlah, aku bingung. Ayo kita pulang!” Krystal dan Luna akhirnya pulang bersama.
“Eh tunggu, bukannya itu Kakakmu dan Mir?” Luna menunjuk kearah Sulli dan Mir yang sedang bicara berdua dikoridor, “Kakak dan Mir?” ekspresi wajah Krystal langsung berubah. “Untuk apa mereka bicara berdua?” “Aku tidak tahu, ayo kita pulang saja!” Krystal melangkah, “Eh tunggu, kita lihat dulu!” “Untuk apa?” “Eh eh krystal, lihat itu! Astaga dia menciumnya ..” Luna menunjuk lagi mereka, itu karena Sulli mencium Mir dan membuat mereka berdua kaget. Melihat itu Krystal langsung berlari pergi, “Hei kau mau kemana, tunggu!” Luna mengejar Krystal.
 “Krystal, tau gak?” Sulli mendekati Krystal, “Apa?” “Tadi aku bertemu Mir!” “Bukankah setiap hari Kakak bertemu dengannya?” “Tapi tadi ada yang terjadi antara kami ..” “Kak, apa Kakak menyukainya?” “Tentu saja, Kakak kan sudah pernah bilang kalau Kakak menyukainya dan akan berusaha mendapatkannya. Tidak peduli dia adik kelas atau bukan, Kakak tetap menyukainya!” “Benarkah?” “Iya, benar! Kenapa memang?” “Tidak, Cuma Tanya saja!” Krystal beranjak dan pergi meninggalkan Sulli, “Hei kau mau kemana? Kakak belum selesai bicara, Krystal?”.

Bersambung -

LoVe You - FF Krystal "f(x)" - Mir "MBLAQ" Part 2

LOVE YOU

Part 2
Mir sekarang sudah lumayan bisa beradaptasi dengan SMA ini, dia juga sudah mempunyai teman. Pelajaran pun juga sudah lumayan terikuti, dan Krystal juga sudah lumayan dia dekati. Mir dan Krystal sudah mulai akrab, apalagi dengan Luna yang memang menyukainya.
Tapi, disisi lain Sulli juga mulai mendekati Mir. Tidak peduli dia adik kelas atau bukan, Sulli tetap mendekatinya. Mulai akrab juga dengannya.
“Hai Krystal!” Mir mendekati Krystal yang sedang duduk sendirian dibangkunya, “Ada apa?” “Ini ada coklat untukmu!” Mir memberikan sebuah coklat pada Krystal, “Untuk apa?” “Sebagai tanda terima kasih karena kamu selalu membantuku belajar!” “Tidak usah seperti ini, sebagai teman kita memang harus saling membantu kan?” “Tolong ambillah, ini untukmu. Anggap saja sebagai hadiah untukmu!” “Baiklah kalau begitu, terima kasih!” Krystal tersenyum. “Emm .. kapan-kapan kita jalan bareng yuk?” “Jalan kemana?” “Kemana saja, ketaman misalnya. Mau?” “Aku tidak tahu, aku selalu ada janji dengan kakakku!” “Kapan-kapan saja, atau pulang sekolah juga boleh. Mau ya?” “Lihat nanti saja, aku tidak berjanji tapi!” “Iya tidak apa-apa, kalau begitu aku pergi dulu!” “Iya, terima kasih coklatnya!” Krystal tersenyum lagi, kali ini dia membalas senyuman dari Mir.
“Hai Mir, sendirian aja?” Sulli datang menhampiri Mir yang duduk sendiri di kanten. “Hai juga Kak, tadi aku bersama teman!” “Oh..” Sulli senyum, “Ada apa Kak?” “Enggak, cuman mau ngobrol aja. Eh ngomong-ngomong kamu bisa jalan bareng gak?” “Kita berdua?” “Iya! Bisa gak?” “Bisa aja sih Kak, tapi kapan? Soalnya aku sudah buat janji dengan teman!” “Kapan-kapan aja, sebisanya kamu” “Iya deh, nanti aku kabar-kabar Kakak ya. Maaf Kak, aku kekelas dulu ya!” “Iya, silahkan” Mir senyum lagi membalas senyuman Sulli.
“Baik anak-anak, sekarang olah raga kita hari ini adalah lari estapet. Kalian buat kelompok yang terdiri dari enam orang, perempuan dan laki-laki sama rata. Silahkan kalian mencari anggota!” Guru olah raga memberikan waktu untuk mereka para murid membuat kelompok. Dan karena kekurangan orang, Krystal jadi satu kelompok dengan Mir.
Pelajaranpun dimulai, kelompok perkelompok mulai kebagian waktu berlari. Dan sekarang saatnya kelompok terakhir, yaitu kelompok Mir dan Krystal. Priiiit … saat peluit berbunyi, orang yang berada dibarisan pertama mulai berlari membawa tongkat, lalu diganti oleh orang kedua, dan diganti oleh Krystal yang jadi orang ketiga lalu menuju ke Mir yang jadi orang terakhir. Tapi entah kenapa sepertinya Krystal berlari terlalu cepat dan bersemangat, dia seperti tidak bisa menghentikan larinya dan akhirnya dia menabrak Mir yang sudah ada dihadapannya. Bugh .. mereka berdua jatuh dengan posisi bertindih, Mir dibawah tertindih oleh Krystal.
Priiiit … “Apa yang kalian lakukan?” Guru menghampiri mereka berdua dan diikuti oleh beberapa murid, sementara Mir dan Krystal malah bertatapan. “Hei ayo cepat bangun!” Guru kembali membunyikan peluitnya, dan membuat mereka sadar lalu memalingkan tatapannya. “Emh maaf, aku tidak sengaja!” Krystal bangun dan mengulurkan tangannya untuk membantu Mir bangun, “Tidak apa-apa, terima kasih!” Mir tersenyum lalu bangun, “Kenapa kau ini bisa sampai jatuh, konsentrasi kalau begitu!” “Maaf Pak, saya tidak sengaja!” “Baik kita ulang saja, ayo kembali bersiap diposisi masing-masing!” akhirnya Guru melanjutkan pelajarannya.
“Krystal tunggu!” Mir mengejar Krystal yang akan keluar dari kelas, “Apa?” Krystal berbalik dan menghadap kearah Mir. “Tidak apa-apa, kita pulang bareng?” “Aku pulang bersama Luna!” “Lunanya mana?” “Dia duluan, katanya menunggu didepan gerbang” “Kalau begitu kita bareng sampai gerbang saja!” “Baiklah, ayo!” Krystal dan Mir berjalan bersama.
“Kau tau tidak?” “Apa?” “Kau tidak ingat?” “Ingat apa?” “Tadi itu!” “Tadi apa?” “Tadi saat jatuh kau menciumku! Memang sedikit, tapi kau tetap menciumku bukan?” “Apa? Benarkah?” “Kau sudah lupa atau pura-pura lupa?” “Aku benar-benar tidak tahu bukannya pura-pura lupa, kejadiannya begitu cepat. Aku tidak ingat aku menciummu! Tapi maafkan aku, aku tidak sengaja tadi, maaf ya?” “Astaga kau ini!” Mir tersenyum melihat Krystal yang panic dan pipinya memerah. “Apa?” “Tidak! Iya, aku maafkan. Asal .. “ “Asal apa?” “Bukankah kita sudah janjian akan jalan bersama?” “Sudah aku bilang, aku tidak berjanji!” “Kalau begitu aku tidak akan maafkan!” “Eh .. iya iya, yasudah kapan?”, Mir tersenyum lagi. “Nanti malam, aku jemput kerumahmu” “Nanti malam?” “Hei tidak usah berteriak!” Mir menutup telinganya. “Maaf, tapi kenapa mala mini?” “Lalu kapan?” “Yasudah lah, tapi jangan pulang malam-malam ya? Kita Cuma sebentar saja!” “Iya, aku juga tahu! Itu Luna sudah menunggu, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai nanti malam!” Mir berlari pergi.

Bersambung -

LoVe You - FF Krystal "f(x)" - Mir "MBLAQ"

LOVE YOU

Casting :
1.     Krystal
2.    Mir
3.    Sulli as Kakak Krystal
4.    Luna as Teman Krystal

“Krystal, cobalah lihat dia! Dari tadi dia memandangimu saja” “Diamlah Luna, aku sedang mencoba untuk konsentrasi. Memangnya kau tidak mau nilai ulanganmu bagus apa?”  “Ya ampun kau kenapa seperti itu?” Luna mengambil buku catatannya dari dalam tas dan membukanya, tetapi tetap masih melihat pada murid baru itu. “Aku tidak menghafal dirumah, jadi aku sedang berusaha untuk menghafal sekarang sebelum pelajarannya dimulai! Jadi bisakah kau tenang sedikit? Lagipula murid baru itu tidak hanya memandangiku saja, dia juga pasti memandangi orang lain kan?” “Tapi Krystal, dia hanya memandangimu saja dari tadi. Bahkan dia tidak berkedip!” “Terserah kau saja lah, aku mau menghafal” Krystal kembali membaca buku catatan matematikanya. “Huh kau ini memang sulit!” Luna juga akhirnya membaca buku catatannya.
“Bisakah kau membantuku?” Mir, murid baru itu datang menghampiri Krystal. “Hah, ada apa?” “Aku tidak mengerti pelajaran yang akan diulangankan sekarang, bisakah kau membantuku untuk sedikit mengetahuinya? Aku mohon ..” “Iya tentu saja dia bisa, dia ini adalah juara kelas dan sangat pintar. Kau datang pada orang yang tepat!” Luna langsung angkat bicara dan tersenyum pada Mir, “Luna!” Krystal menatap Luna. “Kenapa? Memang benarkan yang kukatakan, apa salah?” “Bukan begitu!” “Jadi bagaimana? Bisa tidak?” “Baiklah, ayo duduk!” Krystal menggeserkan kursi disampingnya dan mempersilahkan Mir duduk disampingnya. Kemudian mereka bertiga akhirnya belajar bersama.
Bell berbunyi, waktunya pelajaran dimulai. Dan untuk mereka, ulangan matematika pun juga dimulai. Bisa tidak bisa, tetaplah ulangan matematika berjalan.
***
Bugh .. bugh … buku yang dibawanya berjatuhan setelah tasnya yang jatuh, “Akh menyebalkan sekali hari ini, sial banget!”. “Sini biar saya bantu!” seorang pria menghampirinya dan membantu membereskan buku-buku yang jatuh dan berserakan itu, “Terimakasih!” “Iya, sama-sama. Ini bukunya” pria itu memberikan buku yang sudah disusun. “Emh maaf, sepertinya aku belum pernah melihatmu disekolah ini ..” “Aku baru disini, baru beberapa hari yang lalu aku masuk” “Oh, pantas saja aku tidak mengenalmu. Kalau begitu kenalkan, aku Sulli. Dan kau?” mengulurkan tangan untuk bersalaman, “Panggil saja aku Mir, senang berkenalan dengan Kakak!” Mir tersenyum. “Kakak?” “Iya, bukankah aku harus memanggil kakak kelasku dengan sebutan kakak kan?” Mir tersenyum dan melihat kearah atribut yang dipakai Sulli dilengan kanannya yang menunjukan dia kelas tiga. “Ah iya, tentu saja!” Sulli ikut tersenyum dan mereka berdiri. “Terima kasih sudah mau membantuku” “Sama-sama, Kak. Kalau begitu, aku pergi dulu!” “Iya silahkan” Sulli mengambil bukunya yang diberikan Mir dan juga berjalan pergi.
“Krystal, tunggu!” Sulli berlari menghampiri Krystal, “Hei Kak, belum pulang?” “Ini juga mau pulang!” “Banyak sekali yang kau bawa, sini biar aku bantu” Krystal mengambil sebagian buku yang dibawa Sulli, mereka berjalan bersama. “Oh iya, kau tahu murid baru yang baru masuk beberapa hari yang lalu?” “Siapa? Laki-laki bukan?” “Iya!” “Ah aku tahu, dia sekelas denganmu. Namanya Mir kan?” “Iya benar, dia Mir. Dia ganteng ya, keren lagi!” “Biasa saja menurutku” “Huh kau memang seperti itu saja, awas nanti kalau kau menyukainya!” “Tenang saja, aku tidak akan menyukainya!” “Benar? Karena aku akan mengambilnya, aku menyukainya. Dia lucu banget!” Sulli tertawa sendiri.

Bersambung -


Saturday, 28 September 2013

I Like You Neoreul Saranghae - FF Thunder "MBLAQ" - Sulli "f(x)" Part 4

I Like You Neoreul Saranghae

Part 4
***
            “Beberapa hari ini kau terlihat berbeda, kau juga tidak bertemu lagi dengan dia. Kenapa?” “Bertemu lagi dengan dia? Untuk apa! Sudahlah, jangan bicarakan lagi dia dihadapanku. Aku sudah melupakannya, kau bilang aku tidak harus mengingatnya lagi kan?” “Iya, itu benar. Untuk apa memikirkan orang seperti itu, membuat pusing saja! Lalu bagaimana dengan Thunder? Bukankah akhir-akhir ini kalian jadi dekat, apa pendapatmu tentang dia?” “Entahlah aku tidak tahu, sepertinya aku menyukainya. Dia selalu baik padaku, menyemangatiku, dan selalu membuatku merasa nyaman bersamanya. Seakan-akan semua adegan kami dalam drama ini adalah nyata!” “Kalau begitu kenapa kalian tidak benar pacaran saja? Agar seperti dalam drama ini!” “Hah apa katamu? Diamlah, bagaimana jika orang lain dengar?” “Mendengar apa?” Thunder tiba-tiba datang, “Astaga! Kau mengagetkanku saja” “Maaf, aku tidak berniat seperti itu!” “Ada apa kau kesini?” “Aku hanya menjemputmu, ayo shootingnya akan mulai!” “Baiklah, ayo!” Sulli menggandeng tangan Thunder dan pergi meninggalkan Amber. “Kami pergi dulu” Thunder tersenyum pada Amber, “Hah, anak itu ada-ada saja! Kemarin dia menangis sampai matanya bengkak, sekarang dia sudah ceria lagi, dasar!”.
            “Tidak kusangka!” manager Joon memperhatikan Thunder, “Apa?” Thunder sedikit marah diperhatikan olehnya. “Lihat kau sekarang, begitu bahagia” “Apa yang kau maksud, bicara yang jelas!” “Maksudku kau dan Sulli, bagaimana?” “Ah itu pertanyaan yang bagus sekali, aku dan Sulli sekarang? Hubungan kami sekarang, entahlah aku tidak tahu apa hubungan kami sekarang. Yang jelas kami ini sudah dekat, bahkan semua adegan-adegan dalam drama itu seakan-akan adalah nyata!” beranjak dari kursi dan berjalan mendekati jendela, “Aku tidak menyangka kau akan mendapatkan impianmu sejak dulu!” “Aku juga lebih tidak menyangka lagi, tapi kukira hubungan kami masih sebatas teman main dalam drama. Sulli belum bersikap lebih padaku!” berjalan mendekati Joon lagi, “Ah kau ini!” Joon melempar Thunder dengan bantal, “Awh! apa-apaan kau ini?” “Tenanglah. Dia pasti sama seperti mu, tunggu saja. Dia pasti juga menyukaimu, kau boleh pegang kata-kataku ini!” “Aku harap juga begitu!”.
Hari demi hari berlalu. Banyak adegan yang sudah selesai, menjadi episode-episode. Dan tidak terasa juga episode itu sudah mencapai akhir, dengan begitu drama ini juga selesai.
            Penayangan perdana drama ini disambut baik oleh para penonton, rating nya pun tidak disangka bagus sekali. Dengan kata lain, ‘Drama ini berhasil’.
            “Sebelum drama ini popular dan terkenal seperti sekarang ini, bukankah Nona Sulli digosipkan berpacaran dengan penyanyi dan actor Choi Minho. Tapi sekarang sepertinya gossip itu tidak terdengar lagi, apa hubungan kalian sengaja disembunyikan dari media?”  “Sebenarnya Saya dan Choi Minho tidak berpacaran seperti yang telah digosipkan, kami hanya sebatas teman lawan main dalam drama!”  “Benarkah begitu? Lalu bagaimana dengan bukti-bukti yang juga sudah menyebar, kalian sering jalan bersama bahkan setelah shooting drama itu berakhir?”  “Seperti yang telah Saya bilang, kami hanya teman. Teman juga sering jalan bersama kan?”  “Baiklah, dan sekarang drama ini sudah menjadi drama favorit. Bahkan ratingnya sampai mengalahkan rating drama baru Choi Minho, bagaimana perasaanmu?”  “Melihat drama yang Saya bintangi sukses, tentu saja itu merupakan sebuah hadiah dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Saya!”   “Tapi sekarang beredar gossip lagi kalau kau kembali terlibat cinta lokasi denga lawan mainmu dalam drama ini, bagaimna itu?” Thunder kaget dan langsung menatap Sulli yang duduk disebelahnya dengan tatapan aneh tapi sedikit berharap. Sulli tersenyum, “Terlibat cinta lokasi?”, Sulli melihat kearah Thunder dengan senyuman malu lalu berkata, “Sayang, bagaimana ini? Rupanya kita sudah ketauan!”,  Haha .. perkataan yang dikatakan Sulli membuat semua orang kaget, bahkan Produser, Sutradara, dan pemain lainnya juga kaget dan akhirnya tertawa. “Hah apa?” Thunder terlihat sangat kaget sekali disana, lalu dengan lembut Sulli memegang tangan Thunder dan berkata, “Bisa dikatakan seperti itu, karena memang munkin kami benar terlibat cinta lokasi!”  “Jadi gossip itu benar?”  “Iya benar, dan sekarang kami sudah resmi berpacaran. Bukan begitu, sayang?” Sulli menatap Thunder, “Benar sekali, kami memang terlibat cinta lokasi dan sekarang kami resmi berpacaran!”  akhirnya Thunder menjawab dengan senyuman, dan membuat jumpa pers itu lebih ramai dengan pertanyaan seputar hubungan mereka.
            “Tadi …” “Iya kenapa?” Thunder menatap Sulli, “Apa tanggapan mu tentang perkataanku tadi?” “Apa yang kau katakana itu benar?” “Iya, aku berkata benar!” Sulli memandang Thunder, “Benarkah?” Thunder meanajkan tatapannya, “Thunder, mau kah kau menjadi pacarku?” “Aku tidak mau!” Thunder memalingkan wajahnya, “Kenapa?” Sulli menatap Thunder kaget, “Aku tidak mau kita berpacaran jika kau yang menembakku, mau ditaruh dimana harga diri laki-lakiku jika orang tau kau yang menembakku untuk menjadi pacarmu? Jadi, biar aku saja yang melakukan itu. Tunggu sebentar!” Thunder berlari pergi meninggalkan Sulli. “Hei, kau mau kemana?” Sulli tidak mengerti apa yang akan dilakukan Thunder.
            Tidak lama, Thunder datang dengan membawa seikat bunga dan sebuah kotak kecil. Lalu dia berlutut dihadapan Sulli, “Aku menyukaimu, bahkan jauh sebelum debut aku sudah menyukaimu. Sejak kita SMA, aku sudah menyukaimu!” “Sejak kita SMA? Apa kita dulu satu SMA?” “Iya, dulu kita satu SMA, aku yakin kau tidak mengetahuinya. Tapi itu tidak penting, karena yang terpenting sekarang adalah aku menyukaimu. Aku sangat menyukaimu, sampai-sampai rasa cinta itu berubah menjadi rasa cinta yang membuatku gila. Dan aku tidak mau gila, jadi oleh karena itu, maukah kau menjadi pacarku?” Thunder memberikan seikat bunga itu dan membuka kotak kecil yang ternyata berisi cincin kepada Sulli, Sulli tersenyum. “Iya, tentu saja!” Thunder tersenyum dan langsung memeluk Sulli, “Maafkan aku karena sampai tidak tahu kalau kita satu SMA dulu, aku sangat minta maaf!” “Sudah kubilang tidak apa-apa, karena sekarang kau menjadi pacarku, benarkan?” Thunder mengacungkan cincin itu, “Terimakasih” Sulli tersenyum dan mengacungkan jari manisnya, Thunder lalu memasangkan cincin nya, dan … mereka berpelukan.

- TamaT -

SUPER JUNIOR