luhanay blog Follow Dash Owner

Tuesday, 25 February 2014

No Name - Bangtan Boys FF Chapter 5



Chapter 5
 “Hyein-ah, tolong berikan makanan ini untuk Oppa mu ne?” Eomma memberikan sekantong belanjaan pada Hyein.
“Aku baru pulang sekolah Eomma!”
“Ne Eomma tau, kau ganti baju dulu dan nanti makan bersama mereka”
Mereka siapa? Dimana juga itu?
“Hyein, jangan panggil oppa mu dia atau pria itu. Panggil saja dia oppa, ara?”
“Eomma andwae!”
“Palli! Maksud Eomma mereka adalah teman boyband Yoon Gi di dorm nya, tadi Eomma juga sudah menghubungi manajernya jadi palli antarkan … ” Eomma menatap Hyein.
“Ish Eomma, masa aku harus pergi ke dorm Bangtan dan bertemu banyak orang disana?”
“Ne, itung-itung kau berkenalan dengan mereka kan? Palli ganti bajumu dan pergi”
“Eomma, kenapa kau selalu menyuruhku yang aneh-aneh hah?” Hyein berjalan naik kekamarnya dengan marah dan membawa makanan itu, karena tidak ada lagi yang bisa ia lakukan jika tidak ingin Eomma marah besar padanya.
            Hyein poV.
“Astaga apa yang harus aku lakukan sekarang? Terlambat jika pergi, lift nya sudah akan sampai. Aish Eomma eottheo?”  Aku hanya menekan dadaku karena jantung ku semakin berdegup kencang. Dan akhirnya liftnya berhenti, aku sampai di lantai tempat latihan Bangtan.
“Eodiseo?” saking tegangnya aku sampai lupa arah ruangan latihannya yang tadi aku tanyakan. Sekarang aku harus kemana?
“Annyeong …” tiba-tiba seorang wanita menyapaku dari belakang.
“Annyeonghaseyo” aku berbalik dan balas menyapanya.
“Apa kau Lee Hyein?”
“Ne, Lee Hyein imnida. Nuguseyo?”
“Aku manajer Bangtan”
“Oh Eonnie annyeonghaseyo, maafkan aku sampai lupa. Padahal kita pernah bertemu sebelumnya, maafkan aku”
“Gwaencanha, waktu kita bertemu juga kau pasti tidak terlalu memperhatikanku. Lalu apa kau mau mengantarkan makanan untuk mereka?”
“Ne, aku membawa makanan untuk mereka. Tapi aku lupa dimana ruang latihannya”
“Kalau begitulah ikutlah denganku, aku akan mengantarmu”
“Ne, gamsahamnida”
Akhirnya aku mengikuti Eonnie itu dan selamat dari ketidak jelasan berdiri didepan lift tadi.
            “Masuklah, mereka pasti sudah kelaparan …” dia membukakan pintunya.
“Apa Eonnie tidak ikut masuk?”
“Ani, aku ada harus keluar sebentar. Masuklah, tidak apa-apa. Mereka tidak akan menggigitmu karena mereka sudah kelelahan. Cepatlah, mereka akan pingsan!”
“Pingsan?”
“Ah ani, aku hanya bercanda. Aku harus pergi sekarang, masuklah” Eonnie tertawa melihatku.
“Ne, gamsahamnida Eonnie”
“Ne, annyeong”
“Annyeonghaseyo”
Dan Eonnie itu pergi meninggalkanku sendiri berdiri didepan pintu ruang latihan Bangtan. Bagaimana ini, haruskah aku masuk?
            “Oh?” tiba-tiba seseorang keluar saat aku akan masuk. Saking kagetnya, kami hanya bertatapan.
“Ish Hyein Hoobae, kenapa menatapku seperti itu?”
“Ne?”
“Kau mau bertemu Suga? Masuklah ..”
“A an aniyeo ..”
“Kajja, masuklah !!”
Dia menarik tanganku masuk kedalam. Dan kulihat semuanya sedang berbaring dilantai dengan nafas yang terengah-engah, kenapa aku berfikir mereka begitu sexy?
            “Semuanya lihat siapa yang datang …”
“Nugu?” beberapa dari mereka bangkit dan melihat kearah kami. Kecuali Suga Sunbae yang masih terus berbaring.
“Oh Hoobae ..
“Wow! Hyein Hoobae, kau datang?”
“Ne, annyeonghaseyo” aku membungkuk menyapa mereka, dan aku lihat Suga Sunbae langsung bangun melihatku saat mendengar aku datang. Dia menatapku lekat.
“Hyein-ah, apa yang kau bawa itu?”
“Ini makanan untuk kalian, ayo makanlah. Kalian pasti capek setelah latihan …”
Aku berjalan mendekati mereka dan membuka kantongnya, mengeluarkan semua makanan yang aku bawa.
“Oh daebak! Kau begitu tahu kami sangat kelaparan”
“Ne, Noona pergi meninggalkan kami tanpa memberi makanan …”
“Aish … makanannya enak sekali!”
“Gomawo Hyein-ah”
Mereka langsung memakan makanan itu dengan cepat, kecuali Suga yang masih menatapku seperti tadi. Membuatku merasa aneh dan jantungku semakin berdebar kencang.
            “Suga-ah, makanlah … Hyein Hoobae membawakanmu makanan!”
“Geurae, gomawo Hoobae!”
Dan akhirnya setelah Rap Monster oppa menarik tangannya untuk makan, Suga menghentikan tatapan nya padaku. Bergabung dengan mereka menyerbu makanannya.
“Hyein-ah, kenapa malah diam seperti itu? Makanlah bersama kami!”
“Gamsahamnida Oppa, kalian makanlah …”
 “Suga-ah ayo ajak makan yeojacingu mu ..”
“Hyung!” Suga langsung mengeluarkan tatapan laser pada Rap Monster Oppa saat mendengar perkataannya.
“Ini, suapi dia!” Rap Monster oppa memberikan sumpit pada Suga sunbae.
“Andwae!” tanpa sengaja aku dan Suga sunbae bicara bersamaan. Kami lalu bertatapan.
“Aish … kalian rupanya sudah sangat dekat”
“Ani, bukan seperti itu_”
“Ne, Kami hanya tidak sengaja. Bukan begitu Hoobae?” Suga memotong perkataanku sambil terus menatapku.
“Ne …” aku hanya tersenyum kecil.
“Ah kyeopta! Aku suka kalian berdua …” Jimin oppa mendorong Suga sunbae kearahku sampai ikut mendorongku juga.
“Jimin-ah, berlakulah yang sopan pada Hyein-ah”
“Mianhae Hyein-sshi”
“Ne, gwaencanha” aku merapikan rok ku yang sedikit terbuka karena tadi.
Tapi tanpa kusadari Suga sunbae melihatku melakukannya, dia mungkin juga melihat kakiku. Ah salahku tidak memakai celana saja.
Suga sunbae tersenyum kecil lalu memalingkan wajahnya.
“Hei Hyung, Jimin-ah memanggilnya Hyein-sshi tapi kenapa kau memanggilnya Hyein-ah?”
“m mwo?” Rap Monster Oppa langsung berhenti meneguk minumannya dan menatap Suga Sunbae.
“Kalian bahkan tidak terlalu dekat untuk kau memanggilnya seperti itu!”
“hahaha … Mian, aku tidak menyadarinya. Oh Hyein-sshi jeongmal mianhae”
“Gwaencanha oppa ..”
“Kau bahkan juga memanggilnya oppa?”
“Suga-ah, aku Sunbaenya …” Rap Monster oppa menggodanya.
“Geurae, aku sudah selesai!” Suga sunbae langsung beranjak dan meninggalkan ruang latihannya.
“Hyein-sshi, lihatlah dia marah karena hal sekecil ini. Baru pertamakalinya aku melihat Suga-ah seperti itu, kau hebat sekali bisa membuatnya seperti itu …” RapMon oppa mengangkat botol minumannya dan tersenyum padaku.
“Ne?” aku hanya menatap heran mereka.
“Daebak Hoobae!” Jimin oppa juga mengangkat botol minumannya.
“Daebak …” Oppadeul juga amengangkat botol minumannya lalu mereka bersulang.
Tapi Suga sunbae datang lagi dan menarik tanganku, membawaku keluar dari sana.
“ish aigoo .. Namja itu benar-benar berubah semenjak ada Hyein!”
            Suga poV.
            Aku menarik Hyein sampai masuk ke lift.
Setelah aku menekan tombol lift lalu melepaskan tangan Hyein yang sedikit memerah karena tarikanku tadi.
“Ige mwoya?” Hyein langsung memegang tangannya.
“Hoobae, kenapa kau bisa datang kesini?”
“a ak aku … Eomma yang menyuruhku untuk mengantarkan makanan untukmu!”
“Jinja?” aku langsung menatapnya.
“Ne! aku mana mau datang kesini .. lagipula untuk apa?”
“Jadi kau datang bukan karena kemauanmu sendiri?”
“Kalau bukan Eomma yang menyuruhku, aku tidak akan mau. Waeyo?”
Mendengarnya mengatakan itu, entah kenapa aku sedikit kecewa. Tapi aku melihat wajahnya sedikit memerah, dia juga masih memegangi tangannya. Apa sakit? Mungkinkah aku menariknya terlalu keras?
“Waeyo?” tanyanya lagi menyadarkanku dari lamunanku ini.
“Apa itu sangat sakit?”
“Mwo?”
“Tanganmu, apa itu sakit?”
Dia tidak menjawabku malah melihat tangannya sendiri.
            Hyein poV.
Kenapa dia tidak menjawabku dan hanya menatapku? Apa aku salah bertanya?
“Waeyo?” aku bertanya sekali lagi padanya.
“Apa itu sangat sakit?”
“Mwo?”
“Tanganmu, apa itu sakit?”
Astaga! Apa yang dia katakana barusan padaku? Aku hanya melihat tanganku, aku harus menjawab apa. Sebenarnya ini tidak terlalu sakit.
“a ani, gwaencanha ..”
“Mianhae”
“Mwo?”
“Aku tidak seharusnya tadi menarikmu begitu saja, mianhae. Aku juga tidak tahu kenapa, rasanya aku hanya tidak ingin hyung bicara padamu tadi ..”
“Sunbae ..”
“Rasanya hanya aku yang boleh memanggilmu Hyein-ah”
“Suga Sunbae!”
“Saat aku terbangun tidur bersamamu, aku jadi merasa aneh padamu. Aku selalu memikirkanmu. Hoobae …”
Suga sunbae melangkah mendekatiku.
“wae?” tanpa sadar aku mundur selangkah menjauhinya.
“Aku tidak tahu kenapa sampai aku menidurimu waktu itu, sungguh. Aku tidak ingat apapun saat aku bangun. Kau pasti sangat marah padaku, ne?”
“Kau benar tidak ingat apapun?”
“Aku sudah berusaha mengingatnya agar aku tahu kenapa, tapi tidak bisa. Jeongmal mianhaeyo …”
“Memangnya maaf saja cukup?” aku terus mundur sampai menyentuh dinding lift, sementara dia terus mendekat padaku. Sebarnya aku tidak tahu harus berkata apa padanya, karena malam itu aku …
“Arrasseo. Itu mungkin sangat menyakitkan untuk seorang wanita, tapi aku akan bertanggung jawab. Jadi Hoobae, maukah kau menikah denganku?”
Bersamaan dengan itu, langkahku berhenti saat tubuhku sudah menempel didinding lift. Dan Suga sunbae sudah tinggal beberapa cm lagi dihadapanku. Dia menatapku begitu aneh, membuatku sangat berdebar.
“Wae? Apa kau tidak mau?”
“Sunbae, naega …” aku putuskan untuk menundukan kepalaku agar tidak memandang matanya lagi yang sangat aneh. Kurasa.
“Eotthokhae?”
“Yak! Apa yang kau ucapkan itu?” aku mendorongnya menjauh dari hadapanku.
“Kau tidak mau?”
“ … “
“Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, aku tidak mau menikah umur 55 tahun atau tidak menikah seumur hidupku. Aku juga tidak mau keluar dari boybandku, hyungdeul sudah  sangat baik padaku, dongsaengdeul juga sudah menurutiku. Jadi menikah denganmu tidak apa-apa, lagipula kau lucu. Benarkan hoobae?”
Kau sudah pernah mengucapkannya, babo! Tapi dia tiba-tiba berkata seperti ini padaku, kenapa dia sebenarnya? Kami memang dijodohkan, tapi aku tidak berfikir dia akan melamarku seperti ini. Apa yang harus aku lakukan?
“ … ne ..” aku sedikit mengangguk.
“Jinjayo?” Suga sunbae langsung mengangkat daguku dan memaksaku kembali menatapnya.
“Aku hanya tid_”
“Hoobae, gomawo!” dia memelukku.
Aku bisa mencium wangi tubuhnya sekarang, tubuhnya yang sebenarnya lengket dengan keringat itu. Dia mengunciku dengan tangannya sekarang.
“Sunbae …”
Perlahan dia mendekatkan wajahnya padaku, sampai akhirnya bibir kita menempel. Hanya menempel. Tanpa pergerakan. Dan akhirnya dia perlahan melumat bibirku, menghisap bibir bawahku, memainkannya seolah menyuruhku untuk membuka bibirku. Lumatan pelannya berubah menjadi kasar.
Ini ciuman keduaku, setelah malam itu dia mencuri ciuman pertamaku. Jadi sedikitnya aku tahu harus bagaimana mengimbangi permainannya sekarang.
            Suga poV.
Apa yang sedang aku lakukan?
Aku menciumnya untuk pertama kali, kurasa. Tapi dia lumayan, walau masih terasa sedikit kaku tapi dia membalas permainanku sekarang. Membuatku rasanya ingin lebih.
Tangannya meremas pelan bajuku, mendekat padaku, membuat kami semakin dekat sampai aku bisa merasakan tonjolan dadanya menyentuh dadaku. Rasanya aneh.
Aku kalungkan tangannya di leherku, agar dia terus mendekat padaku.
Saat dia membuka bibirnya, aku langsung masukkan lidahku. Memainkan lidahnya, mengulumnya, dan menghisapnya. Dia menghisap bibir atasku, membuatku semakin lincah memainkan lidahnya.
            Dia memukul pinggangku pelan, aku lalu melepaskan ciumanku. Kubiarkan dia bernafas sebentar sebelum aku kembali mencium bibirnya.
Dia mengusap kepalaku, menyisir rambutku dengan jarinya pelan. Membuatku sedikit geli rasanya.
Teett … Lift nya berhenti dan pintunya terbuka, bodohnya aku sampai tidak menyadarinya.
Saat aku membalikan badan dan melihat keluar, beberapa orang sudah berdiri akan masuk kedalam lift. Tanpa melepaskan pelukannya Aku langsung berjalan mundur menekan tombol 27, lantai paling atas. Membuatnya juga ikut berjalan mengikutiku. Dan hanya tersenyum pada mereka yang melihatku.
Hyein Hoobae membuka matanya mungkin saat sadar aku berhenti menciumnya lagi. Dia menatapku polos.
“Hoobae …” aku melihat tanda merah yang sedikit ungu dilehernya.
“Wae?”
“Siapa yang membuat tanda itu dilehermu?”
“Seorang namja mabuk!” dia tersenyum kecil menatapku.
“Mwo? Nugu?”
“Kenapa bertanya itu?”
“Kau yeojacinguku, tapi malah orang lain yang membuat tanda itu dilehermu!”
“Jinjayo?”
“Maksudmu apa? Ingin membuatku marah?”
“Ani, keundae … benarkah  kau tidak tahu siapa yang membuatnya?”
“Siapa dia? Cepat katakana padaku!”
“Sebenarnya ini adalah ulah dari seorang namja mabuk yang baru pulang dari Jepang, dia tidur diranjangku dan membuatnya tanpa ijin dariku”
“Aish .. kau benar-benar mengujiku? Siapa dia sampai tidur di ranjangmu?”
“hahahaha …. Kau lucu sekali …” dia mengusap pelan alis ku.
“Cepat katakan siapa namja gila itu!” aku menekan badannya semakin menempel padaku. Membuatnya membulatkan matanya. Neomu kyeopta.
“Namja itu seorang visual boyband, dan sekarang dia sedang memelukku ...”
“Naega?”
“Waktu itu kau mabuk, tiba-tiba tidur diranjangku dan …”
“Mwo?”
“Kau menciumku! Ciuman pertamaku, nappeun namja!” Hyein hoobae memukul pipiku lembut.
“Jinjayo? Aku tidak ingat melakukannya, mian ..”
“Ani!”
“Hoobae-ah, mian .. Kalau kau tidak memaafkanku, aku akan ..”
Mwoya?”
“ehm hahhaha ..” melihat wajahnya lucu sekali memandangku, bibirnya yang memerah sangat sexy dan membuatku ingin merasakannya lagi. Rasanya manis sekali. Tidak ingin aku lepaskan.
Dan aku menciumnya lagi.
            Author poV.
Mereka hanya sebentar berciuman lagi, Hyein mendorong nya menjauh.
“Waeyo?”
“Sunbae, benarkah kau ingin menikah denganku?”
“Ne, jinja”
“Tapi aku tidak mencintaimu ataupun menyukaimu!”
“Tidak apa-apa, aku akan membuatmu mencintaiku. Yaksokhae!”
“Apa untungnya aku mencintaimu?”
“Jika kau mencintaiku, maka aku akan membuatmu menjadi wanita yang sangat bahagia di dunia ini. Jadi cobalah mencintaiku, ne?”
“Molla ..” Hyein memalingkan wajahnya dari hadapan Suga.
“Aish !!” Suga mengangkat tengkuk Hyein, kembali menciumnya dengan nafsu. Memperdalam dan memperdalam ciumannya. Sangat memabukkan untuk Hyein.
To be continued-

Sunday, 23 February 2014

Hello Goodbye





Entah kenapa saat aku melihatnya waktu itu,
Aku begitu menyukainya.
Seseorang yang biasanya kepandang tanpa rasa.
Apa yang aku rasakan?
Aku menyukainya!

Waktu terus berjalan
Rasa inipun terus menggebu
Menarik ulur cintaku
Membuatku tersiksa memendamnya
Menyenangkan dan sangat menyakitkan.

Karena begitu cepatnya waktu berlalu,
Sampai seseorang mendekat.
Membanyanya pergi dari pandanganlku.
Apa yang bias aku lakukan?
Aku masih terombang-ambing,
Pada perasaan “YA” dan “TIDAK”

Dan itu salahku,
Hanya diam … memendam …
Dan sedih.

Waktunya semakin cepat berlalu,
Perlahan terbangun benteng kokoh didepanku,
Menghapus cintaku,
Merubahnya menjadi sesuatu yang gila,
Dan tentunya sangat amat menyakitkan …

SUPER JUNIOR