luhanay blog Follow Dash Owner

Monday, 1 January 2018

Bad 'S' Story [FanFiction] Chapter 3



Di tulis sejak : 04/05/2015
Tittle    : Bad ‘S’ Story
Genre  : Drama, School life, Family life
Length : Chapter
Author : Cifcif Rakayzi
Cast     :
-          Song Minho “Winner”
-          Song Danah “New F.O”
-          Song Gunhee “No Mercy “ (trainee)
-          Park Jiyeon “T-ara”
-          Suga “BTS”
-          Kim Hansol “Topp Dogg”
-          Aron “NU’EST”
-          Ravi “VIXX”
-          Peniel “BTOB”
-          J.G “Cross Gene”
-          Shim Hyunseong “Boyfriend”
-          L.Joe “Teen Top”
-          Jun-Q “MyName”
-          Gong Chan “B1A4”
-          Yoon Bomi “A-Pink”
-          Gowoon “Berry Good” (Comeo)
-          Suzy “Miss A” (Comeo)
-          Mark “Got7” (Comeo)

Prakata.
Segala apapun yang terjadi dalam cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, tanpa berniat untuk menyinggung pihak perseorangan maupun instansi apapun. Tidak ada maksud tertentu untuk menjelekkan ataupun menghina. Cerita ini hanya karangan author semata.
Dan author tahu kalau semua cast yang terlibat dalam cerita ini adalah milik mereka sendiri dan tergabung dalam agensinya masing-masing. Tapi untuk mendukung berkembangnya cerita ini, maka author mengumpulkan mereka semua agar menjadi sebuah tokoh dalam cerita yang entah bagus atau tidak ini.
Jadi, anggaplah semua cast itu saling mengenal dan terlibat. Bayangkan karakter yang diceritakan dalam cerita menjadi karakter asli dari castnya itu. Bayangkan saja dan berimajinasilah.
Terima kasih.

=== oo0oo ===

Chapter 3

Apartemen lantai 11 | 11.30 p.m
Setelah menerima telfon dan bicara beberapa kata, Mino dengan cepat pergi meninggalkan apartemennya.
“Apa yang terjadi?”
“Entahlah, mungkin sesuatu yang besar sudah terjadi. Hei Danah, kau ini kalau menonton yang benar, jangan terus memindahkan channelnya!”
“Apa urusanmu?”
“Memang bukan urusanku, tapi kedua mata indahku ini lelah melihatmu seperti itu. Dan aku lapar. Cepat buatkan makanan untukku”
“Shirreo! Haruskah aku masak tengah malam seperti ini?”
“Ah palli. Aku kelaparan sekarang, cepatlah cantik. Nanti kubelikan permen untukmu!”
“Kau pikir aku anak kecil? Sudahlah, tunggu sebentar” Danah akhirnya beranjak dan pergi kedapur, memasakkan sesuatu untuk sepupu yang playboy itu.
--- --
Flash back.
Beberapa jam setelah Mino keluar dari kantor Direktur  tadi, dia mengumpulkan Sembilan Ekor kecuali Kim Hansol.
“Aku ingin kalian membunuh Suga!” Mino berteriak.
“Tapi bukankah kau tidak ingin kami menyentuhnya?”
“Benar, bukankah kau bilang kau menyukainya? Kenapa tiba-tiba kau ingin kami membunuhnya?”
“Sudah lakukan saja. Aku ingin Suga mati sekarang!”
“Tapi Hansol sedang mengerjakan tugas kuliahnya, dia ada di rumah sakit sekarang”
“Bekerjalah tanpa Hansol, jangan biarkan dia tahu tentang ini”
“Kami tidak bisa bekerja tanpa seorang team leader ...”
“Baiklah, kalau begitu siapa yang ingin jadi team leader?” Mino menatap satu persatu kedelapan anggota sembilan ekor. “Kau, hanya untuk tugas ini kaulah team leader sembilan ekor. Bekerjalah dengan baik!” Mino berdiri dihadapan Jun-Q dan menunjukknya sebagai team leader.
“Naega wae?” Jun-Q mengernyitkan alisnya tidak percaya.
“Sudahlah lakukan saja perintahku, dan buat cerita kalau Suga itu mati karena bunuh diri”
“Arasseo. Sembilan Ekor akan bekerja!”
Dengan Jun-Q sebagai tem leader kali ini, Sembilan Ekor siap bekerja melakukan tugasnya. Dan dibawah aba-aba leader Jun-Q, mereka membagi kelompok untuk bekerja dan membuat cerita pembunuhan dengan judul ‘Suga bunuh diri’. Walaupun ini kali pertama mereka bekerja tanpa Kim Hansol sebagai leader mereka, tapi sebagai sebuah team, mereka yakin kalau ini akan berhasil.
Flashback End.
---
Sekarang, Mino sudah bersama tiga orang anggota Sembilan Ekor yang bertugas menangkap Suga. Kalau saja L.Joe yang memberikan alasan kenapa mereka gagal menangkap Suga dengan sekalo tarikan nafas, pasti Mino sudah mengamuk.
“Baiklah kalau begitu, kita harus mencarinya bersama ...” Mino menaiki mobilnya lalu dengan cepat pergi dari halam sebuah apartement yang Sembilan Ekor duga salah satunya milik Suga.
Dengan diikuti mobil Sembilan Ekor dibelakangnya, Mino terus menancap gas mobilnya menuju sebuah tempat yang Aron berikan padanya untuk mencari Suga. Tapi ditengah jalan, dua buah motor menghadang mobilnya tiba-tiba.
“Ya! Apa yang kalian lakukan?”
“Aku lupa ceritanya bagaimana sampai kami mencuir motor ini tadi, yang jelas sekarang J.G sudah menemukan Suga dan Hyunseong masih menahannya disana. Jadi cepatlah ..”
Dan, dua motor yang ternyata adalah Aron dan Peniel memberi kabar baik untuk situasi yang gila ini. Kenapa? Karena kalau rencana ini gagal tanpa ada pembicaraan dengan Suga, maka Sembilan Ekor akan ketahuan.
“Keundae, ahh tunggu dulu. Rasanya junior-ku tidak kuar lagi, tunggu aku pipis dulu ..” Peniel melompat dari motornya dan pergi keantara pepohonan untuk misi pribadi.
“Ish jeongmal. Kenapa selalu kau yang pipis, apa mungkin itu efek karena kau selalu tidur tanpa pakaian?”
“Anio. Mungkin itu semacam perasaan gugup atau lainnya ..” Jun-Q dan Ravi keluar dari mobil dan sedikit berjalan-jalan masih disekitar itu.
“Haha ... itu lucu sekali Ravi!”
“Ne, gamsahamnida ...”
“Astaga! Dia tidak benar-benar memujimu, dia itu menghinamu” Mino ikut menanggapi obrolan tidak penting itu.
“Kajja kajja ... aku sudah selesai. Palli, Hyunseong pasti sudah kehabisan kata berduaan dengan Suga disana ..” Peniel kembali setelah beberapa lama dan menaiki motornya lagi, lalu mereka semua kembali pada rencana awal.
--- --
“Hei Danah, apa kau pernah memikirkan untuk hidup bahagia dan tenang?”
“Kalau kau makan, kau harus makan dengan benar. Duduk dimeja makan dan jangan berbaring seperti itu ..”
“Tidak usah cerewet, jawab saja aku dengan jujur!” GUN kembali mengunyah makanan dalam mulutnya. Dia itu sedang makan, walau sekarang dia berbaring dan hanya sesekali menyuapkan nasi pada mulutnya.
“Entahlah, hidup seperti ini sudah lumayan untukku. Waeyo?”
“Setelah kemarin itu, aku berfikir untuk menyatukan Presdir Song dengan Ayahmu disana ..”
“Mwoya? Apa kau akan membuka rahasianya, tapi dia akan menikah kan ... Apa kau tega?”
“Mungkin benar, tapi aku tidak bisa terus hidup seperti ini. Rasanya aku sudah menjadi kertas yang penuh coretan, semua orang membicarakan Presdir Song dan aku. Itu sangat menyebalkan!”
“Ya! Aku juga tahu, tidak usah berteriak. Apa kau lupa bagaimana berita saat penangkapan Ayahku hah?”
“Entahlah ... Aku masih harus memikirkan yang akan aku lakukan ..”
“Geurae, pikirkanlah. Aku tidur dulu, kalau sudah beres kau bereskan sendiri ne?” Danah melempar remote TV yang dari tadi dia pegang dan beranjak masuk kekamarnya.
“Yah, kau tidurlah. Ini sudah jam dua ... dan aku sendiri disini ..” GUN kembali memakan makan malamnya itu.
--- --
“Aap-ppah .. kkau .. melakk-kkukkaa-aan in-ni .. kkarenna .. tad-tadi?” nafas Suga sudah semakin sedikit dan tidak banyak, kekuatan cengkraman tangan Mino semakin di leher Suga semakin bertambah.
“Mwo? Kau ini bicara apa?”
“Sudahlah Mino, berhenti bermain dengannya. Lakukan ini dengan cepat dan pulang, aku ingin tidur ...” walaupun sebenarnya Aron mengantuk, tapi dia masih sangat kuat untuk menabrak Suga dengan motornya.
“Siap saja pada posisimu, jangan banyak bicara ..”
“Yah baiklah, tapi cepat!” untuk kesekian kalinya, Aron mengguap. Dan dia masih siap dengan posisinya, yaitu siap dengan motor curiannya untuk menabrak Suga.
“Lepp-pash-kkan ...” dengan tenaga yang masih tersisa, Suga amencoba untuk melawan Mino. Tapi sayangnya, itu tidak akan cukup kuat. Walaupun keduanya sudah sama-sama lelah karena perkelahian tadi, tapi Mino masih unggul disini.
Ya, Mino dan Suga berkelahi tadi. Bahkan Sembilan Ekor sama sekali tidak menyentuh Suga, karena Mino ingin menyelesaiakannya sendiri kali ini.
“Baiklah, aku lepaskan ..” Mino melepaskan tangannya dari leher Suga, membuat Suga langsung terjatuh karena kakinya sudah tidak kuat untuk menopang tubuhnya lagi sekarang. “Kau tahu kenapa aku melakukan ini?”
“Entahlah, mungkin kau tidak percaya padaku untuk kejadian tadi ..”
“Benar, itu salah satunya. Yang lainnya ... Karena aku tidak ingin orang lain tahu bagaimana keluargaku yang sebenarnya, bagaimana kami hidup, bagaimana perasaan kami saat menjadi pembicaraan mereka ... akh menyebalkan."
-Bersambung-

SUPER JUNIOR